
Stress Corrosion Cracking (SCC) merupakan mekanisme kegagalan pada material logam yang terjadi akibat kombinasi efek tegangan tarik dan lingkungan korosif. Retakan jenis ini seringkali tidak terduga, bahkan terjadi pada material yang biasanya tahan terhadap korosi. SCC dapat menyebabkan kerapuhan material dan kegagalan yang tiba-tiba, seringkali tanpa peringatan visual yang jelas.
Kondisi yang menyebabkan SCC:
- SCC hanya terjadi ketika terdapat tegangan tarik dan lingkungan korosif tertentu. SCC merupakan permasalahan yang signifikan dalam industri seperti minyak dan gas, pemrosesan kimia, dan tenaga nuklir, dimana tekanan dan elemen korosif sering terjadi.
- Material logam yang berbeda mempunyai kerentanan terhadap zat korosif tertentu. Misalnya, baja tahan karat rentan terhadap SCC yang terinduksi klorida, sedangkan kuningan rentan terhadap lingkungan amonia.
- SCC menyebabkan retakan yang dapat menyebabkan kerapuhan material, bahkan pada material yang biasanya ulet.
Tahapan SCC:
- Inisiasi: Retakan atau cacat kecil terbentuk karena lingkungan korosif dan tegangan tarik.
- Perambatan: Zat korosif menembus lebih dalam dibantu oleh tegangan tarik, menyebabkan retakan-retakan halus menjalar dalam material.
- Kegagalan: Pada akhirnya retakan menjadi cukup dalam sehingga menyebabkan kegagalan material secara tiba-tiba.
Metode Inspeksi
Mendeteksi SCC sangat penting untuk mencegah kegagalan material, namun inspeksi SCC adalah sebuah tantangan sulit karena retakan seringkali bersifat mikroskopis dan tersembunyi. Salah satu metode inspeksi SCC yang terjadi dalam material adalah Phased Array Ultrasonics (PAUT) yang menggunakan banyak elemen transducer untuk memancarkan dan menangkap pantulan gelombang Ultrasonics secara simultan. Walaupun demikian PAUT konvensional masih kurang sensitif terhadap cacat kecil SCC terutama terhadap cacat-cacat yang arahnya vertical terhadap transducer.
Sejalan dengan teknologi terkini, Phased Coherent Imaging (PCI), sebuah teknik canggih yang tersedia pada alat PAUT dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan visualisasi dan karakterisasi untuk beberapa cacat yang secara historis sangat sulit dideteksi seperti SCC. Peningkatan sensitivitas PCI terhadap cacat vertikal dibandingkan dengan PAUT konvensional sangat efektif untuk mendeteksi dan mengukur SCC. PCI dengan handal mendeteksi cacat vertikal tidak beraturan ini dan cacat tersebut terlihat jelas di layar alat.
Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai teknologi Phased Coherent Imaging (PCI) dan alat alat NDT lainnya?
Artikel lainnya:
- Manfaat Wire Rope Testing Untuk Keamanan Alat Angkat & Keselamatan KerjaMagnetic Wire Rope Testing (MWRT) adalah metode evaluasi non-destruktif yang digunakan untuk menilai kondisi dan keamanan tali kawat baja (wire rope) pada alat angkat (liftingContinue reading “Manfaat Wire Rope Testing Untuk Keamanan Alat Angkat & Keselamatan Kerja”
- Peran Sistem Kamera Push-Rod untuk Inspeksi Perpipaan Gedung dan Saluran PerkotaanSistem Inspeksi Push-Rod, juga dikenal sebagai sistem Kamera Push-Rod, adalah alat inspeksi non-destruktif portabel yang digunakan untuk mensurvei secara visual pipa dan saluran dengan aksesContinue reading “Peran Sistem Kamera Push-Rod untuk Inspeksi Perpipaan Gedung dan Saluran Perkotaan”
- Penerapan Artifical Intelligent Pada Non Destructive Testing (NDT)Magnetic Particle Inspection (MPI) adalah salah satu metode Non Destructive Testing (NDT / Uji Tak Rusak) yang banyak digunakan untuk proses kendaliContinue reading “Penerapan Artifical Intelligent Pada Non Destructive Testing (NDT)”



